Mahasiswa KPM 53 UNSIQ Kenalkan Es Krim Singkong di Banjarnegara
Mahasiswa KPM 53 UNSIQ mengajak ibu ibu PKK Desa Wanacipta, Banjarnegara, mengolah singkong menjadi es krim sebagai inovasi pangan lokal.
Serayupos.com – Mahasiswa Kuliah Pengabdian Masyarakat (KPM) 53 Universitas Sains Al Qur’an (UNSIQ) Kelompok 11 Desa Wanacipta menggelar demonstrasi pembuatan es krim berbahan dasar singkong bersama ibu ibu PKK di Balai Desa Wanacipta, Banjarnegara, Jumat, 28 Agustus 2026. Kegiatan tersebut dilakukan sebagai bentuk pemberdayaan masyarakat dengan mengenalkan cara mengolah bahan pangan lokal menjadi produk yang lebih inovatif dan memiliki peluang nilai tambah.
Kegiatan mahasiswa KPM 53 UNSIQ tersebut berfokus pada pemanfaatan singkong yang selama ini banyak digunakan sebagai bahan makanan tradisional. Melalui demonstrasi ini, singkong diperkenalkan dalam bentuk olahan yang berbeda, yakni es krim. Para mahasiswa tidak hanya memberikan penjelasan, tetapi juga memperagakan langsung proses pembuatannya sehingga ibu ibu PKK dapat mengikuti setiap tahapan pengolahan.
Proses pembuatan es krim singkong dimulai dengan merebus singkong sampai matang. Singkong yang telah lunak kemudian dihaluskan sebelum dicampurkan dengan sejumlah bahan lain. Bahan yang digunakan antara lain gula pasir, susu UHT, vanili, dan susu kental manis. Seluruh bahan tersebut diolah hingga tercampur secara merata untuk menghasilkan adonan dasar es krim.
Setelah bahan tercampur, adonan dimasak menggunakan api kecil sambil terus diaduk. Pada tahap berikutnya, tepung maizena yang sebelumnya telah dilarutkan dengan air ditambahkan ke dalam adonan. Penambahan tersebut dilakukan untuk mendapatkan tekstur adonan yang lebih kental. Setelah proses pemasakan selesai, adonan kemudian dipersiapkan untuk melalui proses pendinginan hingga dapat diolah menjadi es krim.
Bagi ibu ibu PKK Desa Wanacipta, kegiatan tersebut memberikan pengalaman baru dalam mengolah singkong. Demonstrasi yang dilakukan secara langsung membuat peserta dapat melihat proses pengolahan dari persiapan bahan hingga tahap akhir. Kegiatan ini sekaligus membuka wawasan bahwa bahan pangan yang mudah ditemukan di lingkungan sekitar dapat dikembangkan menjadi berbagai jenis produk olahan.
Pemanfaatan singkong menjadi es krim juga menunjukkan adanya peluang untuk mengembangkan pangan lokal dengan bentuk yang lebih menarik. Selama ini, singkong identik dengan berbagai makanan tradisional. Melalui inovasi sederhana yang diperkenalkan mahasiswa KPM 53 UNSIQ, bahan tersebut dapat dikembangkan menjadi produk yang memiliki karakter berbeda dan berpotensi menarik minat masyarakat.
Mahasiswa KPM 53 UNSIQ Kelompok 11 berharap masyarakat Desa Wanacipta semakin kreatif dalam memanfaatkan potensi pangan yang tersedia. Singkong yang relatif mudah diperoleh dapat menjadi salah satu bahan yang dikembangkan untuk menghasilkan produk olahan baru. Upaya tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan demonstrasi, tetapi dapat menjadi inspirasi untuk mengembangkan berbagai inovasi pangan lainnya.
Selain memberikan pengetahuan mengenai pengolahan makanan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong keterampilan produktif bagi ibu ibu PKK. Produk es krim singkong yang diperkenalkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan cita rasa, kemasan, serta strategi pemasaran. Dengan pengembangan yang tepat, inovasi pangan lokal tersebut berpeluang menjadi salah satu bentuk kegiatan usaha rumahan.
Kegiatan mahasiswa KPM 53 UNSIQ di Desa Wanacipta menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Melalui pengenalan inovasi yang sederhana dan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat diajak melihat potensi pangan lokal dari sudut pandang yang lebih luas.
Pemanfaatan singkong diharapkan tidak hanya terbatas pada olahan tradisional. Inovasi seperti pembuatan es krim dapat menjadi contoh bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk kreatif sesuai dengan selera masyarakat. Bagi Desa Wanacipta, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan alternatif pengolahan pangan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.
Banjarnegara, sebagai wilayah yang memiliki berbagai potensi pangan lokal, memiliki peluang untuk terus mengembangkan kreativitas pengolahan bahan pangan di tingkat masyarakat. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KPM 53 UNSIQ Kelompok 11 menunjukkan bahwa pengembangan tersebut dapat dimulai dari inovasi sederhana, edukasi, dan keterlibatan langsung masyarakat. Dokumentasi kegiatan menunjukkan demonstrasi pembuatan es krim singkong bersama ibu ibu PKK Desa Wanacipta berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026.
0 Komentar