Mahasiswa KPM 53 UNSIQ Kenalkan Es Krim Singkong di Banjarnegara
Mahasiswa KPM 53 UNSIQ mengajak ibu ibu PKK Desa Wanacipta, Banjarnegara, mengolah singkong menjadi es krim sebagai inovasi pangan lokal.
Selain memberikan pengetahuan mengenai pengolahan makanan, kegiatan tersebut juga diarahkan untuk mendorong keterampilan produktif bagi ibu ibu PKK. Produk es krim singkong yang diperkenalkan dapat dikembangkan lebih lanjut dengan memperhatikan cita rasa, kemasan, serta strategi pemasaran. Dengan pengembangan yang tepat, inovasi pangan lokal tersebut berpeluang menjadi salah satu bentuk kegiatan usaha rumahan.
Kegiatan mahasiswa KPM 53 UNSIQ di Desa Wanacipta menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung pemberdayaan masyarakat. Melalui pengenalan inovasi yang sederhana dan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar, masyarakat diajak melihat potensi pangan lokal dari sudut pandang yang lebih luas.
Pemanfaatan singkong diharapkan tidak hanya terbatas pada olahan tradisional. Inovasi seperti pembuatan es krim dapat menjadi contoh bahwa bahan pangan lokal dapat dikembangkan menjadi produk kreatif sesuai dengan selera masyarakat. Bagi Desa Wanacipta, kegiatan tersebut sekaligus menjadi upaya memperkenalkan alternatif pengolahan pangan yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat secara mandiri.
Banjarnegara, sebagai wilayah yang memiliki berbagai potensi pangan lokal, memiliki peluang untuk terus mengembangkan kreativitas pengolahan bahan pangan di tingkat masyarakat. Kegiatan yang dilakukan mahasiswa KPM 53 UNSIQ Kelompok 11 menunjukkan bahwa pengembangan tersebut dapat dimulai dari inovasi sederhana, edukasi, dan keterlibatan langsung masyarakat. Dokumentasi kegiatan menunjukkan demonstrasi pembuatan es krim singkong bersama ibu ibu PKK Desa Wanacipta berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026.
0 Komentar