Amalia Desiana Jadi Bupati Perempuan Pertama Banjarnegara, Terinspirasi Kartini
Amalia Desiana mencatat sejarah sebagai Bupati Banjarnegara perempuan pertama, terinspirasi Kartini dan menghadapi stigma serta kritik dalam kepemimpinan.
Di tengah kesibukannya sebagai kepala daerah, Amalia tetap menjalankan perannya sebagai ibu. Ia menilai dukungan keluarga, khususnya suami, menjadi faktor penting dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Pembagian peran dalam keluarga dinilai sangat membantu dalam mendampingi anak-anak.
“Kami berbagi peran, terutama untuk mendampingi anak-anak. Dukungan suami sangat berarti,” jelasnya. Pernyataan ini mencerminkan pentingnya dukungan keluarga bagi perempuan yang berkarier di ruang publik.
Sebagai pemimpin, Amalia menegaskan bahwa dirinya tidak anti kritik. Ia justru membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk memberikan masukan. Kritik yang konstruktif dinilai penting sebagai bahan evaluasi dalam menjalankan pemerintahan.
Namun, ia juga menyoroti maraknya kritik yang disampaikan melalui akun anonim di ruang digital. Menurutnya, kritik semacam itu sering kali tidak disampaikan secara jelas dan tidak bertanggung jawab, sehingga sulit dijadikan bahan perbaikan.
Amalia menyadari bahwa dirinya memiliki keterbatasan sebagai manusia. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama berperan dalam pembangunan daerah. Ia juga mengingat pesan almarhum ayahnya, Budhi Sarwono, sebagai motivasi untuk terus melanjutkan perjuangan demi kemajuan Banjarnegara.
Dengan semangat Kartini dan dukungan berbagai pihak, Amalia Desiana optimistis dapat membawa perubahan yang lebih baik bagi Banjarnegara. Kepemimpinannya diharapkan menjadi inspirasi bagi perempuan lain untuk berani tampil dan berkontribusi di berbagai bidang.
0 Komentar