Serayupos.com – Tangis bayi dari dalam tas menggegerkan warga Sapuran, Kabupaten Wonosobo, Kamis 19 Februari 2026 sekitar pukul 05.40 WIB, setelah seorang warga menemukan bayi perempuan di tepi Jalan Ngadikerso–Batursari, Dusun Banaran RT 004 RW 002, Desa Batursari. Bayi yang diduga baru dilahirkan itu ditemukan dalam tas belanja berwarna kuning dan kini dalam penanganan medis, sementara polisi menyelidiki siapa yang meninggalkannya.

Peristiwa bermula saat seorang warga yang hendak berangkat ke pasar melintasi lokasi kejadian pada pagi hari yang masih sepi. Ia mendengar suara tangisan bayi dari arah pinggir jalan. Awalnya, ia mengira suara tersebut berasal dari salah satu rumah warga di sekitar lokasi.

Namun setelah dicermati, sumber suara justru terdengar dari semak semak di tepi jalan. Rasa penasaran bercampur khawatir membuatnya mendekat. Di sana, ia menemukan sebuah tas spunbond berwarna kuning dalam kondisi tertutup. Tangisan bayi terdengar jelas dari dalam tas tersebut, sehingga ia berteriak meminta pertolongan warga sekitar.

Kapolsek Sapuran, Suryanto, menjelaskan bahwa teriakan itu didengar oleh dua warga lain yang rumahnya tidak jauh dari lokasi. Keduanya segera mendatangi sumber suara dan bersama sama membuka tas tersebut. “Saat tas dibuka, ditemukan seorang bayi perempuan dalam kondisi masih hidup,” ujar Suryanto, Jumat 20 Februari 2026.

Bayi Diduga Baru Dilahirkan

Saat ditemukan, bayi perempuan itu terbungkus kain dengan tali pusar yang masih tersambung. Kondisi tersebut menguatkan dugaan bahwa bayi baru saja dilahirkan sebelum ditinggalkan di lokasi. Warga yang menemukan langsung membawa bayi ke Puskesmas Pembantu Desa Batursari untuk mendapatkan pertolongan pertama.

Tak lama kemudian, pihak kepolisian dari Polsek Sapuran tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara dan meminta keterangan para saksi. Setelah penanganan awal, bayi tersebut dievakuasi ke Puskesmas Sapuran guna menjalani pemeriksaan dan observasi lebih lanjut.

Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter, bayi tersebut berjenis kelamin perempuan dengan berat badan sekitar 3 kilogram dan panjang 47 sentimeter. Usianya diperkirakan masih nol hari atau baru saja dilahirkan. Hingga kini, kondisi bayi dilaporkan stabil dan terus dalam pengawasan tenaga medis.

Polisi Lakukan Penyelidikan Intensif

Kapolsek Sapuran Suryanto menegaskan bahwa pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap siapa yang meninggalkan bayi tersebut. Polisi mengumpulkan keterangan saksi dan menelusuri kemungkinan adanya rekaman kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian.

“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui siapa yang meninggalkan bayi ini. Kami juga mengimbau masyarakat yang mengetahui informasi terkait kejadian ini agar segera melapor kepada kepolisian,” katanya.

Penemuan bayi di Sapuran Wonosobo ini menjadi perhatian serius aparat karena menyangkut keselamatan anak yang baru lahir. Selain menelusuri pelaku, polisi juga berupaya memastikan penanganan lanjutan bagi bayi agar mendapatkan perlindungan dan perawatan yang layak.

Koordinasi dengan Dinas Sosial

Selain proses hukum, kepolisian telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Wonosobo untuk langkah penanganan selanjutnya. Koordinasi ini mencakup kemungkinan penempatan bayi dalam pengasuhan sementara atau mekanisme perlindungan anak sesuai ketentuan yang berlaku.