BPBD juga mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan mandiri masyarakat. Warga diminta memahami jalur evakuasi serta langkah yang harus dilakukan jika terjadi kondisi darurat. Edukasi ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko apabila terjadi peningkatan aktivitas yang lebih signifikan.

Sementara itu, sebelumnya Badan Geologi telah memperluas radius aman di sekitar kawah Gunung Slamet dari dua kilometer menjadi tiga kilometer sejak 4 April 2026. Status gunung ini masih berada pada level Waspada atau Level II, dengan indikasi peningkatan aktivitas berdasarkan pengamatan visual dan data instrumental.

Kenaikan suhu kawah yang signifikan, dari sekitar 247,4 derajat Celcius pada September 2024 menjadi lebih dari 460 derajat Celcius pada April 2026, menjadi salah satu indikator utama. Selain itu, citra termal juga menunjukkan adanya perluasan area panas di sekitar kawah yang membentuk pola melingkar.

Dengan kondisi tersebut, BPBD Banyumas berharap aktivitas Gunung Slamet dapat segera stabil. Namun, seluruh pihak tetap diminta menjaga kewaspadaan dan kesiapsiagaan demi mengantisipasi potensi bencana yang dapat terjadi sewaktu-waktu.